FISIOLOGI
TANAMAN
GEJALA
DEFISIENSI UNSUR HARA TANAMAN (SURVEY LAPANGAN)
I.
TUJUAN
1.
Mengetahui
apa yang dimaksud dengan Defisiensi Unsur Hara
2.
Mengetahui
gejala yang ditimbulkan akibat Defisiensi Unsur Hara
3.
Mengetahui
penanganan Defisiensi Unsur Hara
II. TINJAUAN PUSTAKA
Kualitas pertumbuhan
dan perkembangan tanaman ditentukan oleh asupan nutrisi atau unsur hara yang
dibutuhkan. Seperti halnya manusia dan makluk hidup lainnya, tanaman
membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik serta menghasilkan buah yang berkualitas. Nutrisi
tanaman yang diperlukan tanaman terdiri dari dua jenis, yaitu unsur hara makro
dan unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri dari unsur nitrogen (N),
phosphor / fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca) dan
belerang/sulfur (S). Sedangkan unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman
antara lain boron (B), tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), molibdenum (Mo),
mangan (Mn), khlor (Cl), natrium (Na), cobalt (Co), silicone (Si), dan nikel
(Ni). Pada dasarnya didalam tanah sudah tersedia berbagai jenis unsur hara,
namun ketersediaanya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Oleh
sebab itu dalam kegiatan budidaya tanaman diperlukan penambahan unsur hara yang
berupa pupuk, baik pupuk kimia maupun pupuk organik. Sumber unsur hara mikro
biasanya berupa pupuk padat atau cair yang diaplikasikan pada akar tanaman,
baik dengan cara pemberian pupuk dasar maupun pupuk susulan. Sedangkan sumber
unsur hara mikro berupa pupuk daun yang diaplikasikan melalui penyemprotan
(Azzamy, 2016)
Akan tetapi terkadang
pemberian pupuk tidak seimbang atau tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga
timbul gejala kekurangan unsur hara. Defisiensi atau kekurangan unsur hara
mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal, pertumbuhan kerdil, daun
tanaman berukuran kecil dan berubah warna serta tanaman tidak mampu
menghasilkan buah. Sebenarnya gejala kekurangan unsur hara dapat diketahui
segera karena secara visual dapat terlihat dengan jelas perubahan fisik
tanaman. Gejala kekurangan unsur hara dapat diketahui dengan adanya perubahan
fisik pada daun tanaman, seperti perubahan bentuk dan warna daun. Namun jika
tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai, identifikasi kekurangan
unsur hara pada daun seringkali membingungkan karena defisiensi beberapa unsur
hara memiliki kemiripan yang sulit dibedakan (Azzamy, 2016).
III. HASIL OBSERVASI
Kakao (Theobroma
cacao L.)
adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal
dari Amerika Selatan, namun sekarang ditanam di berbagai
kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan
yang dikenal sebagai cokelat (Wikipedia, 2017). Menurut Elna, dkk. (2011) Kakao
merupakan satu-satunya dari 22 jenis marga Theobroma, suku Sterculiaceae, yang
diusahakan secara komersial. Sistematika tanaman ini sebagai berikut:
Divisi :
Spermatophyta
Anak divisi : Angioospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Anak kelas : Dialypetalae
Bangsa :
Malvales
Suku :
Sterculiaceae
Marga :
Theobroma
Jenis :
Theobroma cacao L
LEMBAR
KERJA
STUDI
LAPANGAN : PENYERAPAN AIR DAN UNSUR HARA
Pokok Bahasan : Defisiensi Unsur Hara
SPESIES
|
FENOMENA/
GEJALA
|
TEORI/ KONSEP
|
DIAGNOSIS/
PENYEBAB
|
Kakao
(Theobroma cacao L.)
|
|
Salah satu unsur terpenting dalam
pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman adalah Nitrogen. Nitrogen dibutuhkan
tanaman untuk pembentukan berbagai senyawa seperti asam amino, protein, asam
inti atau nukleat (DNA dan RNA), dan khlorofil. Gejala defisiensi N adalah klorosis
(hijau pucat sampai kuning) pada daun tua, pertumbuhan yang terhambat
(kerdil), dan nekrosis pada daun yang lebih bawah pada kasus kekurangan N
yang berat (Sitompul, 2009).
|
Berdasarkan
teori yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan tanaman kakao hasil
observasi mengalami defisiensi unsur N. Hal ini dikarenakan ada satu gejala
yang sama dengan teori defisiensi unsur N yaitu, daun mengalami klorosis
(hijau pucat sampai kuning).
|
Kalium digunakan tanaman untuk
aktivasi enzim, fotosintesis, transport gulan dan pembentukan protein. Unsur
K juga dibutuhkan untuk pergerakan stomata dan memelihara netralitas muatan
(electroneutrality) dalam sel (Sitompul, 2009). Gejala kekurangan unsur K
agak sulit dikenali karena jarang ditampakkan saat tanaman masih muda.
Kekurangan unsur K ditandai dengan mengerutnya daun, terutama daun tua
meskipun tidak merata. Tepi dan ujung daun menguning, kemudian menjadi bercak
coklat. Bercak daun ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan
akhirnya mati. Jika tanaman berbuah, maka buah yang terbentuk tidak sempurna,
kecil, kualitasnya jelek, dan tidak tahan simpan. Kekurangan K terlihat dari
daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Kekurangan unsur ini
menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan
gugur. Tepi daun ‘hangus’, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap
serangan penyakit.
|
Berdasarkan
pengamatan, daun kakao mengalami pengerutan. Pengerutan dan daun seperti
terbakar serta mati pada bagian pangkal daun. Ini diakibatkan oleh faktor
kurangnya unsur K.
|
Tempat : Green House Fakultas Pertanian UMY
Perbandingan
Antara Daun Sehat dan Daun Terdefisiensi Unsur Hara
Daun
Kakao Sehat
Dari
gambar-gambar di atas, terlihat jelas daun kakao sehat tidak memilik cacat pada
daunnya. Daunnya terlihat hijau segar dengan tepian dan permukaan daun yang
halus. Sementara daun yang terdefisiensi mengalami cacat seperti yang sudah
dijelaskan pada kolom gejala di atas.
IV. KESIMPULAN
Tanaman adalah makhluk
hidup yang juga membutuhkan nutrisi berupa unsur hara untuk berkembangbiak dan
tumbuh. Unsur hara sudah disediakan oleh tanah, tetapi untuk mencukupi
kebutuhan setiap tanaman diperlukan unsur hara tambahan berupa pupuk dan lain-
lain. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda, oleh karena itu kita harus
mampu mencukupinya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar