Jumat, 26 Januari 2018

FISIOLOGI TANAMAN GEJALA DEFISIENSI UNSUR HARA TANAMAN (SURVEY LAPANGAN)





FISIOLOGI TANAMAN
GEJALA DEFISIENSI UNSUR HARA TANAMAN (SURVEY LAPANGAN)


   I.            TUJUAN

1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan Defisiensi Unsur Hara
2.      Mengetahui gejala yang ditimbulkan akibat Defisiensi Unsur Hara
3.      Mengetahui penanganan Defisiensi Unsur Hara


                 II.            TINJAUAN PUSTAKA



Kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman ditentukan oleh asupan nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan. Seperti halnya manusia dan makluk hidup lainnya, tanaman membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta menghasilkan buah yang berkualitas. Nutrisi tanaman yang diperlukan tanaman terdiri dari dua jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri dari unsur nitrogen (N), phosphor / fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca) dan belerang/sulfur (S). Sedangkan unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman antara lain boron (B), tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), molibdenum (Mo), mangan (Mn), khlor (Cl), natrium (Na), cobalt (Co), silicone (Si), dan nikel (Ni). Pada dasarnya didalam tanah sudah tersedia berbagai jenis unsur hara, namun ketersediaanya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Oleh sebab itu dalam kegiatan budidaya tanaman diperlukan penambahan unsur hara yang berupa pupuk, baik pupuk kimia maupun pupuk organik. Sumber unsur hara mikro biasanya berupa pupuk padat atau cair yang diaplikasikan pada akar tanaman, baik dengan cara pemberian pupuk dasar maupun pupuk susulan. Sedangkan sumber unsur hara mikro berupa pupuk daun yang diaplikasikan melalui penyemprotan (Azzamy, 2016)
Akan tetapi terkadang pemberian pupuk tidak seimbang atau tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga timbul gejala kekurangan unsur hara. Defisiensi atau kekurangan unsur hara mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal, pertumbuhan kerdil, daun tanaman berukuran kecil dan berubah warna serta tanaman tidak mampu menghasilkan buah. Sebenarnya gejala kekurangan unsur hara dapat diketahui segera karena secara visual dapat terlihat dengan jelas perubahan fisik tanaman. Gejala kekurangan unsur hara dapat diketahui dengan adanya perubahan fisik pada daun tanaman, seperti perubahan bentuk dan warna daun. Namun jika tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai, identifikasi kekurangan unsur hara pada daun seringkali membingungkan karena defisiensi beberapa unsur hara memiliki kemiripan yang sulit dibedakan (Azzamy, 2016).


                      III.            HASIL OBSERVASI


Kakao (Theobroma cacao L.) adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, namun sekarang ditanam di berbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat (Wikipedia, 2017). Menurut Elna, dkk. (2011) Kakao merupakan satu-satunya dari 22 jenis marga Theobroma, suku Sterculiaceae, yang diusahakan secara komersial. Sistematika tanaman ini sebagai berikut:
Divisi               : Spermatophyta
Anak divisi      : Angioospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Anak kelas      : Dialypetalae
Bangsa            : Malvales
Suku                : Sterculiaceae
Marga              : Theobroma
Jenis                : Theobroma cacao L
LEMBAR KERJA
STUDI LAPANGAN : PENYERAPAN AIR DAN UNSUR HARA


Pokok Bahasan           : Defisiensi Unsur Hara




SPESIES
FENOMENA/
GEJALA
TEORI/ KONSEP
DIAGNOSIS/
PENYEBAB
Kakao (Theobroma cacao L.)
Salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman adalah Nitrogen. Nitrogen dibutuhkan tanaman untuk pembentukan berbagai senyawa seperti asam amino, protein, asam inti atau nukleat (DNA dan RNA), dan khlorofil. Gejala defisiensi N adalah klorosis (hijau pucat sampai kuning) pada daun tua, pertumbuhan yang terhambat (kerdil), dan nekrosis pada daun yang lebih bawah pada kasus kekurangan N yang berat (Sitompul, 2009).
Berdasarkan teori yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan tanaman kakao hasil observasi mengalami defisiensi unsur N. Hal ini dikarenakan ada satu gejala yang sama dengan teori defisiensi unsur N yaitu, daun mengalami klorosis (hijau pucat sampai kuning).


Kalium digunakan tanaman untuk aktivasi enzim, fotosintesis, transport gulan dan pembentukan protein. Unsur K juga dibutuhkan untuk pergerakan stomata dan memelihara netralitas muatan (electroneutrality) dalam sel (Sitompul, 2009). Gejala kekurangan unsur K agak sulit dikenali karena jarang ditampakkan saat tanaman masih muda. Kekurangan unsur K ditandai dengan mengerutnya daun, terutama daun tua meskipun tidak merata. Tepi dan ujung daun menguning, kemudian menjadi bercak coklat. Bercak daun ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Jika tanaman berbuah, maka buah yang terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitasnya jelek, dan tidak tahan simpan. Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tepi daun ‘hangus’, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.
Berdasarkan pengamatan, daun kakao mengalami pengerutan. Pengerutan dan daun seperti terbakar serta mati pada bagian pangkal daun. Ini diakibatkan oleh faktor kurangnya unsur K.















Tempat                        : Green House Fakultas Pertanian UMY
  Perbandingan Antara Daun Sehat dan Daun Terdefisiensi Unsur Hara

 
       
Daun Kakao Sehat

       
Daun Kakao Terdefisiensi

Dari gambar-gambar di atas, terlihat jelas daun kakao sehat tidak memilik cacat pada daunnya. Daunnya terlihat hijau segar dengan tepian dan permukaan daun yang halus. Sementara daun yang terdefisiensi mengalami cacat seperti yang sudah dijelaskan pada kolom gejala di atas.




        IV.            KESIMPULAN


Tanaman adalah makhluk hidup yang juga membutuhkan nutrisi berupa unsur hara untuk berkembangbiak dan tumbuh. Unsur hara sudah disediakan oleh tanah, tetapi untuk mencukupi kebutuhan setiap tanaman diperlukan unsur hara tambahan berupa pupuk dan lain- lain. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda, oleh karena itu kita harus mampu mencukupinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar